About

yhellow! people call me litong. they say i am odd. they say i am an energizer bunny. they say i fall a lot. they say i am silly. well, go figure. i think people kinda true, though.
i am an eternal student. a pack rat. a F.R.I.E.N.D.S (series) lover. an impulsive-and-short-ranged-focus adventurer. a fruit addict. a bathroom singer. an A+. a cartoon freak. an orange believer.


My Facebook:
www.facebook.com/arrlitong

Looking for something specific?

 

GET LOST in IJEN : Negeri Penambang Belerang

Event

When: 23.Jun.2012 - 24.Jun.2012 Category: [23 Juni-24 Juni 2012] GET LOST in IJEN : Negeri Penambang Belerang

Description [23 Juni-24 Juni 2012] GET LOST in IJEN : Negeri Penambang Belerang

Hallo Get Lost’er…. Ijen dengan segala keindahannya merupakan wisata dunia. Yukkk sama-sama menjelajah alamnya serta melihat langsung kehidupan penambang belerang yang berjuang memikul beban puluhan Kilogram demi sesuap nasi (Dijamin melihat kegigighan mereka, akan terasa sangat berarti lembar demi lembar uang ribuan yang kita keluarkan).

  1. JADWAL ACARA H1. Sabtu 23 Juni 2012 08.00 - 10.00 : Penjemputan di meeting point di Parkiran Ramayana Terminal Bungurasih Surabaya 10.00 - 13.00 : Perjalanan menuju Probolinggo dan makan siang di rumah makan lokal 13.00 - 17.30 : Perjalanan menuju Belawan (sempol), hunting foto di wringin arak-arak dan di rest area Sempol. 17.30 - 21.00 : Check in penginapan, makan malam dan baksos pendidikan 21.00 -  : istirahat

H2. Minggu 24 Juni 2012 02.00 - 02.30 : Morning Call (bersiap dan check out). 02.30 - 03.30 : Persiapan dan perjalanan menuju Paltuding 03.30 - 05.30 : Perjalanan menuju Kawah Ijen 05.30 - 07.30 : Menikmati keindahan kawah ijen dan berinteraksi dengan penambang belerang 07.30 - 09.00 : Perjalanan menuju Paltuding, hunting foto di Kali Putih dan persiapan untuk menuju Surabaya 09.00 - 13.00 : Perjalanan menuju Bondowoso dan makan siang di rumah makan lokal 13.00 - 17.00 : Perjalanan menuju Surabaya

  1. TRANSPORTASI Cara menuju Surabaya PP
  2. Kereta Api Jakarta - Surabaya Bima Gambir 17.00 - Gubeng 05.44 Rp 385.000 Sembrani Gambir 19.30 - Turi 06.25 Rp 375.000 Argo Bromo Gambir 21.30 - Turi 07.11 Rp 385.000 Gumarang Ps Senen 18.05 - Turi 05.48 Rp 225.000 (Bisnis) Rp 340.000 (AC) Kertajaya Senen 16.15 - Ps turi 06.30 Rp 43.000 Gaya Baru Malam Selatan Jkt Kota 12.00 - Gubeng 03.17 Rp 34.000

Surabaya-Jakarta Sembrani Turi 18.30 - Gambir 06.03 Rp 375.000 Argo Bromo Turi 20.10 - Gambir 05.41 Rp 385.000

  1. Bus Bus Malam Rp 210.000 s/d 250.000 Eksekutif AC

  2. Pesawat Jakarta-Surabaya Garuda 06.00 - 07.25 Rp 785.000 Sriwijaya 05.45 - 07.10 Rp 510.000 Lion 05.00 - 06.30 Rp 488.000 Lion 06.00 - 07.30 Rp 565.000 Batavia 06.00 - 07.20 Rp 477.000

Surabaya-Jakarta Garuda 19.45 - 21.05 Rp 425.000 Sriwijaya 19.45 - 21.05 Rp 570.000 Lion 19.40 - 21.10 Rp 488.000 Batavia 18.40 - 20.00 Rp 606.000 Citilink 20.00 - 21.20 Rp 460.000

  1. PERKIRAAN BIAYA Trip ini bersifat sharing biaya dengan asumsi rata2 pengeluaran ditanggung bersama meliputi :
    • Transportasi + supir + bbm + parkir
    • Penginapan 1 kamar isi 2-4 orang (dipisah peserta wanita dan laki-laki)
    • makan prasmanan di rumah makan lokal dan penginapan
    • tiket masuk + tiket kamera
    • guide

Biaya pribadi : - Kebutuhan pribadi di penginapan

Rincian : Perkiraan Biaya Yang Dibutuhkan (Asumsi start dari Surabaya) Sewa Elf + supir + BBM 2 hari = Rp 2.900.000 / elf (isi normal 12 orang) = Rp 242.000/orang Makan 3x di prasmanan Rp 75.000/ orang Penginapan hotel 1 malam = Rp 70.000/orang Tiket masuk wisata+kamera = Rp 8.000/orang Sumbangan Baksos Alat tulis/olahraga/kesenian SD = Rp 50.000/orang Tips Guide Pendamping 8 orang (asumsi 1 guide mendampingi 6-7 orang) = Rp 1.600.000 (untuk 2 hari) = Rp 32.000/orang Pembuatan Spanduk + ID card/Pengenal = Rp 5.000/orang

Perkiraan biaya 2 hari 1 malam share per 1 ELF Rp 482.000/orang Ini estimasi, bisa lebih dari perkiraan atau lebih murah dari perkiraan

  1. ACARA BAKSOS Kita akan melakukan baksos berupa Alat Tulis/Sekolah/Olahraga/Kesenian ke Sekolah dasar setempat. Tekhnis Baksos :
    • Jumlah dana terkumpul digunakan untuk pengadaan Alat Tulis/Sekolah/Olahraga/Kesenian
    • Sumbangan terbuka berupa alat tulis guna sekolah anak-anak Desa

Untuk rekan-rekan yang ingin menyumbangkan alat tulis untuk Baksos dan berhalangan ikut, kami membuka Posko di Jakarta. Hubungi Elyudien (SMS 08129040702) untuk koordinasi sumbangan Baksos.

  1. PESERTA Dibuka umum dengan jumlah 4 Elf (perkiraan 50 peserta). Ditutup jika sudah terpenuhi kuota per ELF nya. Lets Join, Get Lost Outside !

Jika sudah terpenuhi kuota, maka pendaftar selanjutnya dimasukkan dalam waiting list. Dalam perkembangan jika ada peserta yang cancel, maka waiting list akan masuk dalam list peserta.

Syarat dan Keterangan Peserta : 1. Sesi DP sebesar Rp 250.000/orang akan dibuka dari tanggal 23 Mei - 31 Mei 2012. Peserta yang DP duluan akan diuatamakan dalam pemberangkatan hingga kuota penuh per ELF nya.

  1. Jika sudah DP dan ternyata batal, uang DP tidak bisa dikembalikan alias hangus. Karena membatalkan berarti menambah beban biaya bagi peserta lain. Hal ini dikarenakan sifat trip ini adalah sharing biaya.

  2. DP bisa dikembalikan 100 % jika ada pengganti peserta atau waiting list yang masuk dalam list peserta.

  3. Hubungi TS Elyudien (Via sms, PM atau imel) jika ada urutan peserta yang ingin digabung dalam 1 ELF tertentu. Misal ketika mendaftar ingin dijadikan satu ELF, ternyata dalam rilis peserta ELF terpisah dengan teman/keluarga.

  4. Peserta dari Jakarta yang naik kereta harap diperhatikan jadwal pembelian. Terutama kelas ekonomi yang dibuka 1 minggu sebelum pemberangkatan (Dari pengalaman harus antri dari jam 5-6 pagi agar bisa mendapatkan tiket berangkat).

Cara Daftar Kirim imel judul “GET LOST in IJEN” ke : elyudien@yahoo.com Cantumkan : 1.Nama Lengkap Sesuai dengan KTP dan Nama Panggilan 2.Umur + Jenis Kelamin 3.Alamat Tempat Tinggal. 4.Nomer Telpon Tempat Tinggal dan Handphone 5.Alamat email.

Info lanjut Bisa SMS an ke : 08129040702 Imel : elyudien@yahoo.com YM : elyudien FB : Elyudien

AAAAA PENGEN BGT IKUT

2012.05.23  5:19am  

dansa dengan dunia

pohon gugur itu memayungi

ditemani rumput dan angin

dongeng pada sang papirus

menyimak berita sanubari

di tepi padang si dunia hingar bingar menampakkan hidungnya

datang berangkulan dengan kawan-kawannya

gravitasi memaksa untuk diikuti

hiruk-pikuk mengajak untuk berlari

kekosongan mendorong untuk bergerak

kutinggalkan payungku

kuasingkan rumput dan angin

kudiamkan syairku

kuabaikan sanubariku

genggaman tangan kehidupan serasa menyambutku

dansaku dengan iming-iming dunia

legak tawaku dengan irama cemooh

main mataku dengan gemerlap

musik berhenti

peluh membasahi

berkeliaran mencari jelaga

terengah dan menengadah

pusaran kelebatan di pelupuk

dengungan memekakkan pikiran

bising dan kabur

aku beranjak

mencari sendiri,

sahabat manusia yang diasingkan

mencari damai,

rumah yang dianakbawangkan

mencari bahagia,

adik kecil yang dianggap mengecewakan

2012.05.17  2:33am  

Manusia

rarasekar:

Manusia tidak belajar dari pengalaman. Manusia belajar dari Kesadaran. Ada kala di mana proses kesadaran itu begitu menyakitkan, merasa seakan ada yang menendang keras di dada tapi sakitnya terasa seperti tusukan yang menembus leher belakang. Aneh. Manusia seringkali menganggap sakit sebagai suatu…

2012.05.17  1:36am  
Toy Story.
One of my all time favorite movies. I rarely cried watching movies, but the third toy story made me cry my eyes out.

Toy Story. One of my all time favorite movies. I rarely cried watching movies, but the third toy story made me cry my eyes out.

(Source: fuckyeahmovieposters)

2012.05.14  1:59am  
justbesplendid:


Mom..
2012.05.14  1:57am  

thank you, rain.

it’s been a while since i wrote things on my tumblr. its been hard these couple of months. surely i can’t tell what it is, only rain knows exactly what it is.

Rowan Atkinson a.k.a. Mr. Bean, once said that he likes rain because then nobody will notice if he cries. It’s so ironic how the saddest quote came from the funniest man. That quote makes me wonder what happened with him, and whatever happened with him it must’ve been awful.

I didn’t think I would experience something that horrible. but now, I completely understand his feelings. Now I do wish for rain to fall for the same reason as Rowan Atkinson. Maybe there’s a bit similarity between me and mr. atkinson. in a way, society thinks that we are funny, laughable object, silly attitude, even clown. somehow bounded by that image, being miserable, sad, and hurt don’t suit us. to be able to feel those we have to hide from society. society can not know the real feelings we are having, so rain is a good veil for our grief.

oh yeah, btw this is not a lovey dovey man thingy. please, why do people always think that when we are hurt or galau or anything it’s always of because some man. it’s not. thousand of things exist in this world that make us happy or sad.

i know that this is probably an awful reason for me to say that this is why i haven’t finished my thesis or even just get a hold of it. but it kinda affect my work on my thesis. but i have to. i know that. i’m taking my step very slowly and thanks to my friends around, i feel pushed to do it.

i finally know how it feels when the-imaginary-thing-called-heart hurts till you can really physically feel it. lately it’s been very hard for me to get up in the morning because of my asthma attack. i am allergic to cold, so, often i got asthma attack in the morning. but lately its getting worse, i cant even get up. it’s like my chest is crushed and hitting me down. i think my problem and my asthma intertwined with each other. hence there is no way out for my problem, i can only try to routinely swim weekly to minimize the asthma.

nevertheless, i love life. i just hope that my passion won’t die as i try to untie my pain. this is the first and last of these craps.

Thank you, rain, for becoming my haven. your noise muffled my groans, your drops camouflage my tears. please keep my stories your secret, rain.

2012.05.14  1:45am  

Saya Takut Hidup di Jakarta

Sebuah catatan penting buat kita “orang Indonesia” yg semakin berpikir terbalik.

Benarkah Negeri ini bangsa yang ramah tamah? Dulu iya mungkin, tapi sekarang? Liat aja berita di TV, isinya cuma bentrok, rusuh, amuk dan tawuran. Saya kadang suka sengaja ga mau liat berita untuk beberapa waktu sebab enerji negatif dari berita kerusuhan selalu membuat saya depresi.

Saya jauh lebih suka nonton Kick Andy di Metro TV. Program ini memberi enerji positif sekaligus mengingatkan kita bahwa ternyata masih ada loh orang baik di negeri ini. Acara seperti ini harusnya diperbanyak karena berfungsi sebagai balance terhadap berita-berita kisruh yang membuat kita muak dan capek hati ngedengernya.

Sayangnya, walau berenti ngeliat berita, hidup kita belum tentu menjadi lebih tenang. Ke mana pun kita pergi, kita harus waspada. Bukan sekali dua kali saya terjebak berjam-jam dalam kemacetan luar biasa gara-gara ada demo.

Pernah juga saya lagi asyik di kafe, tau-tau ada ormas islam menyerang dan menghancurkan isi kafe sambil berteriak-teriak, “Allahu Akbar!” Untunglah saya diam-diam berhasil menyelinap dan pergi dari tempat itu tanpa kurang suatu apapun. Yang terakhir, saya kejebak di antara tawuran anak-anak SMA yang mengakibatkan mobil saya penyok-penyok akibat lemparan batu. Buset deh! Mana mobil saya ga diasuransi pula. Alhamdulillah sampe sekarang saya belum pernah ketemu sama gank motor….jangan sampe deh!

Dulu saya kira, masyarakat kita cuma sok jagoan kalo mereka lagi berkelompok, tapi ternyata pikiran saya salah. Ceritanya begini:

Peristiwa 1. Setelah makan siang di restoran di bilangan Sudirman, saya jalan kaki pulang ke kantor bersama seorang temen sekantor. Kami memutuskan untuk jalan kaki karena selain tempatnya ga terlalu jauh, jam makan siang di Jalan Jenderal Sudirman selalu macetnya parah.

Nah, lagi asyik-asyiknya jalan sambil ngobrol ngalor ngidul, tiba-tba terdengar klakson motor kenceng banget di belakang kami. Karena merasa aman sudah berjalan di trotoar, kami ga ambil pusing dengan suara klakson itu. Sekonyong-konyong suara klakson dan gas ditekan sangat kenceng sudah berada beberapa senti di belakang kami. “Wooi!!! Minggir! Mau mati lo?!!! teriak si pengendara motor.

Rupanya karena terlalu macet, banyak motor naik ke atas trotoar untuk mencari jalan. Karena ga merasa bersalah, kami pura-pura ga denger dan juga ga mau minggir. Begitu juga para pejalan kaki yang lain. Dan apa yang terjadi?

Brak! Pengendara motor itu tiba-tiba menghantamkan helmya ke punggung saya keras banget. Saya tentu saja marah bukan main dan menghampiri pengendara motor tersebut. “Heh ngapain lo mukul gue?” bentak saya.

“Kenapa lo ga minggir? Lo mau mampus ya? Udah tau gue mau lewat.” Habis bekata begitu dia memasang posisi berantem dengan helm sebagai senjata. “Eh Tong, ini trotoar. Lo udah salah kenapa malah lo yang marah?” Saya bales membentak. “Lo kan liat jalanan macet. Ngalah dikit dong sama motor yang mau lewat.” Dia malah ngebalas lebih galak lagi.

“Hei Tong. Yang namanya trotoar itu buat pejalan kaki, sana lo balik lagi ke jalan.” sahut saya kesel banget. “Lo mau jadi jagoan ya? Lo ga tau siapa gue ya?” Orang itu semakin murka dan mendorong tubuh saya, tapi kali ini saya udah siap. Saya ngeles ke samping lalu balas ngedorong badannya. Si pengendara motor terhuyung lalu menyerang lagi dengan helmnya. Dan ga lama kemudian terjadilah perkelahian di atara kami.

Beberapa orang dari kerumunan berusaha memisahkan kami. Dan ga lama kemudian ada polisi dateng dan turut membantu memisahkan kami. setelah suasana reda, polisi menanyakan penyebab perkelahian pada semua orang. Setelah itu dia menghampiri si pengendara motor.

“Kamu yang salah!” hardik Si Polisi, “Udah tau trotoar buat pejalan kaki, kamu bisa saya tilang tau?” “Silakan kalo mau tilang tapi bapak juga harus menilang mereka semua.” kata Si Pengendara motor seraya menunjuk puluhan motor yang juga ada di atas trotoar.

Si Polisi keliatan kebingungan. “Jangan main-main sama saya. saya ini pengacara!!” kata orang itu lagi menggeretak Si Polisi. Lucunya bukannya menindak orang itu, Si Polisi malah nyamperin saya, “Kamu yang salah. Kenapa kamu ga membiarkan orang lain lewat?”

Lah? Gimana sih ini polisi? Bukannya polisi yang bikin peraturan berlalu-lintas? Saya yang ga ngelanggar aturan kok ikut-ikutan disalahin? “Loh bukannya Bapak yang bilang tadi kalo trotoar buat pejalan kaki?” “Iya betul tapi kalo kamu ngalah sedikit, keributan ini tidak perlu terjadi. Jadi kamu yang menyebabkan keributan.” sahut polisi ini lagi.

Sontoloyo! Kalo penegakan hukum harus diselipin sama kompromi ya pantes aja hukum ga jalan. Pantes aja orang ga takut melanggar peraturan dan undang-undang.

Peristiwa 2. Kali ini peristiwanya terjadi hari minggu. Saya mau berkunjung ke rumah temen saya di daerah Pulo Raya. Letaknya cukup mudah dicapai, ditambah hari minggu pula, jadinya perjalanan dapat ditempuh sangat cepat. Nah, ketika saya mau belok ke jalan satu arah, saya langsung belok tanpa menginjak rem.

Ciiiiit!!!!Astaghfirullah! Ampir aja saya nabrak mobil yang datang frontal ke arah saya. Gimana nih orang? Jalan satu arah kok dilabrak seenaknya? Dan yang lebih aneh lagi, dia ngelakson saya sambil tangannya mengibas-ngibas nyuruh saya minggir. Saya bales aja ngelakson sambil ngibas-ngibasin tangan juga nyuruh dia yang minggir. Karena sama-sama ngelakson, bisinglah daerah itu dengan klakson kami berdua.

Capek ngadu klakson, akhirnya saya ke luar dari mobil dan menghampiri mobil tersebut. Ternyata pengemudinya masih muda banget, usianya sekitar 25 tahun kira-kira. Orang itu juga ke luar dari mobilnya sambil menenteng stick softball. Ga tau deh buat apa, buat ngegetok kepala saya kali.

“Mas, jalan ini satu arah, kalo mau ke jalan besar, mundur dikit terus belok di jalan yang sebelah sana.” kata saya dengan suara halus. “Jalan ini kan cukup buat dua mobil, lo kan bisa minggir dikit supaya gue lewat.” sahut orang itu dengan suara keras.

“Ngapain gue minggir? Ini kan jalan satu arah?” jawab saya ga mau kalah karena merasa benar. “Eh, gue anak kampung sini. Lo mau minggir atau gue ancurin mobil lo! Minggir ga?!!!” katanya mengancam sambil mengayun-ayunkan stick softballnya.

“Oh silakan kalo mau ngancurin mobil.” tukas saya sambil mundur dan memberi jalan buat dia menghantam mobil saya. Ngeliat sikap saya, anak itu semakin emosi. Dia terus memaki-maki dengan suara memekakan telinga, sementara saya cuma menatap matanya sambil menulikan telinga, Saking kencengnya teriakan anak itu, penduduk sekitar pada ke luar rumah dan mencari tahu apa yang terjadi. Dan bener loh, ternyata dia orang sini, buktinya semua orang pada mengenal dia. Ngeliat banyak tetangganya dateng, orang bertongkat softball itu makin mendapat angin.

“Liat nih orang sekampung udah pada dateng. Lo mau minggir apa gue ancurin mobil lo?” katanya sambil melemparkan senyum kemenangan. “Silakan ancurin.” kata saya mempersilakan orang itu. “Anjing lo!!! OK mobil lo gue ancurin sekarang juga.” teriaknya sambil berlari dengan beringas menghampiri mobil saya. Stick softball diangkat tinggi siap menghantam. “Tunggu…tunggu…tunggu..!!!” Kerumunan orang juga berlari dan mencegah perbuatannya.

Orang itu terus berteriak-teriak memaki saya, untungnya penduduk terus memegangi sehingga selamatlah mobil saya dari mara bahaya.

Suasana makin tegang, beberapa orang menghampiri dan meminta saya meminggirkan mobil agar anak itu bisa lewat. Ada yang caranya membujuk dengan suara manis, ada yang mengancam dan ada pula yang netral. Tapi saya ga bergeming. Saya bingung bukan main! Kenapa ga ada satupun orang yang nyuruh anak itu mundur? Kan saya ga salah? Kan jalan ini satu jalur, kenapa saya yang harus mengalah? aneh banget kan?

Ga lama kemudian, seorang ibu mendatangi saya, “Dik, boleh ga ibu minta tolong minggirin mobil kamu?”

“Ibu siapa?” tanya saya. “Saya isteri ketua RT, saya ga mau ada keributan di kampung saya.”

“Saya juga ga mau bikin ribut kok Bu.” “Nah, kalau memang begitu, boleh ga kamu minggirin sedikit mobilnya supaya anak itu bisa lewat?”

“Kenapa Ibu ga minta dia yang mundur? Kan jalan ini satu jalur?” jawab saya bersikukuh. “Saya udah minta dia mundur tapi ga mau. Maklum anak muda kan emosian…” “Jadi karena dia emosian, saya harus mengalah?” tanya saya dengan halus.

“Saya minta kamu mundur bukan karena dia emosian, tapi karena saya merasa kamu lebih tua dan tentunya juga lebih bijak.” “Maaf Bu, saya belum punya alasan yang tepat buat mengalah. Jalan ini satu arah. Ibu tau kan?”

Si Ibu menghela napas panjang. Dia ga ngomong apa-apa lagi tapi juga ga pergi dari hadapan saya. Dia cuma merenung seperti orang lagi berpikir keras. Beberapa orang mencoba untuk membujuk anak itu tapi makhluk keras kepala itu tetap ga mau mundur. “Sampai kapan kamu mau bertahan di sini? Kenapa masalah mudah kamu persulit sedemikian rupa?” Si Ibu menatap saya dengan tajam.

“Minggir sedikitlah Nak. Ibu minta tolong…” kata Bu RT lagi. Kalimatnya memelas tapi cara mengucapkannya tegas tanpa nada memohon.

Sekarang saya yang menghela napas panjang lalu berucap dengan lirih, “Baiklah, saya akan minggirin mobil saya. Maaf, saya udah nyusahin Ibu.” “Terimakasih ya Nak. Ibu sangat menghargai…” sahut Si ibu.

Setelah minggirin mobil, anak itu lewat. Sebelum lewat, sempet-sempetnya dia berenti di samping mobil saya dan berteriak, “Kalo ketemu lagi, bukan cuma mobil, tapi elonya juga gue ancurin!”

Saya cuma tersenyum ewah lalu meninggalkan tempat itu.

Peristiwa 3 Kali ini yang dapet masalah bukan saya. Tapi saya ngeliat sendiri peristiwanya dari dekat. Saya baru pulang makan malam di Restoran Nasi Goreng Kemang sama seorang temen. Pulangnya saya berenti di lampu merah yang menghadap ke arah McDonald. Di paling depan ada beberapa motor yang keliatannya merupakan satu rombongan, lalu di belakangnya sebuah mobil APV warna hitam dan mobil saya tepat setelah APV tadi. Ketika lampu hijau menyala, motor-motor yang ada di paling depan tidak juga beranjak. Kayaknya para pengendara itu terlalu asyik ngobrol satu sama lain. Setelah menunggu beberapa detik, supir APV jadi kurang sabaran dan langsung ngelakson berkali-kali. Dan apa yang tejadi?

Bukannya beranjak dari situ, para pengendara motor malah murka. Mereka menyetandard motornya di tengah jalan lalu sekitar 8 orang melepaskan helmnya. Selanjutnya terdengar suara Brak…bruk…brak…bruk!!!!

Seperti adegan di film-film Hollywood, rombongan anak muda itu menghantam mobil APV dengan ganas. Mobil malang itu penyok-penyok dan semua lampu depan dan belakang hancur berantakan. Pengemudinya ketakutan bukan main sehingga memutuskan untuk tetap tinggal di dalam mobil.

Puas menghancurkan mobil, semua anak muda itu kembali ke motornya dan meninggalkan tempat itu bagai jagoan di film-film koboy. Astaghfirullah!

Wahai Jakarta…ada apa denganmu? kenapa saya hampir ga mengenalimu lagi? Kenapa bangsa kita berubah drastis dari bangsa yang ramah tamah menjadi bangsa yang sangat pemarah?

Di negeri ini, setan pengadu domba mengintai di mana-mana. Ricuh di istana, kisruh di dalam dan di luar gedung DPR, tawuran di jalan-jalan, perang di Pilkada, perkelahian massal di lapangan sepakbola…hadoh!

Di mana kalian pernah merasa aman? Tiap bepergian ke luar rumah maut mengintai. Pesawat jatuh, kapal laut tenggelam, kereta api terguling, bis masuk jurang, perampokan di taxi, pemerkosaan di angkot. Bahkan jalan kaki di trotoar pun kita bisa mati diterjang mobil yang dikendarai pengemudi mabuk.

Negeri ini udah terlalu kacau. Saya kira perlu campur tangan Allah untuk memperbaiki negeri yang sudah amburadul ini. Sejak semua peristiwa itu saya mencoba mendekatkan diri pada Allah. Saya jadi lebih sering ke mesjid, bukan cuma sholat jumat tapi juga waktu sholat yang lainnya.

Oleh: Chappy Hakim Diambil dari postingan dosen saya: Hikmawan Saefullah di facebook. Beliau juga mengambil ini dari sebuah milis.

2012.05.11  3:42am  

Where in the World is Same Sex Marriage Legal?

Overview: 1. 2000 Netherlands 2. 2003 Belgium 3. 2005 Spain 4. 2005 Canada 5. 2006 South Africa 6. 2008 Norway 7. 2009 Sweden 8. 2010 Porotugal 9. 2010 Iceland 10. 2010 Argentina

2012.05.11  12:22am  
Whatever you do, you need courage. Whatever course you decide upon, there is always someone to tell you you are wrong. There are always difficulties arising which tempt you to believe that your critics are right. To map out a course of action and follow it to an end, requires some of the same courage which a soldier needs. Peace has its victories, but it takes brave men to win them. 
Ralph Waldo Emerson
2012.04.26  10:06am  

To The Great Mr. Teuku Rezasyah

“Kamu, terus berjuang, ya,” - Teuku Rezasyah

Diucapkannya kata-kata itu sambil menjabat tanganku dengan kuat seraya memancarkan sorot mata yang berbinar. sengatan semangat dan kepercayaannya langsung menjalar ke sumsum jiwa saya. lebay ya kayanya bacanya? tapi sebenernya tidak. Orang luar biasa yang setiap kali ketemu beliau akan “membakar” saya. Every time I meet him, I am mesmerized. Dia adalah pendiri IC3D Indonesia Center for Democracy, Diplomacy and Defense. Dia adalah penerima beasiswa Fullbright yang sangat prestisius. Dia adalah penulis buku. Dia adalah penulis prosa dan puisi. Dia adalah orang yang penuh kehangatan. Dia adalah orang yang sangat relijius, bijak dan kaya akan ilmu. Dia adalah dosen wali saya. Dimana perwalian selalu saya nanti setiap semester. Dan semua anak walinya pun menanti perwalian dengannya, tidak seperti dengan dosen-dosen wali lainnya. Hampir semua anak mahasiswanya setuju bahwa beliau itu luar biasa.

Saat ini saya sedang dalam fase pencarian mungkin ya. Sepulang saya dari Thailand saya merasa semangat dan kepercayaan diri terhadap kemampuan saya turun. Di Thailand saya mendapatkan banyak tantangan. Tantangan-tantangan yang sampai ini masih saya cari hikmahnya dan jawabannya. Selama ini saya memang orang yang cenderung kurang percaya diri, namun bisa dibilang saat ini sedang lebih di bawah lagi dari biasanya.

Hari itu hari perwalian saya dengan Bapak Reza untuk mendiskusikan mata kuliah apa yang akan saya ambil. Saat giliran saya maju dengan dua KRS (Kartu Rencana Studi) saya, saya berusaha mengungkapkan kebingungan saya. Saya bingung apakah saya seharusnya mengambil mata kuliah Diplomasi atau tidak. Saya ingin mengulang mata kuliah ini lagi karena saya tidak puas dengan nilai yang saya dapat. Saya ingin A, dan saya rasa usaha saya tahun lalu cukup untuk A, tapi tidak mendapat A. Jikalau saya mengambil mata kuliah ini maka saya akan full mengambil 24 SKS seperti ketujuh semester yang saya lalui. Dengan skripsi yang harus dihadapi, saya takut terjegal dengan keidealisan saya. Maka saya diskusikan masalah ini dengan beliau.

“Ya sudah ambil saja, saya tahu kamu bisa.” Tanpa berpikir, tanpa basa-basi, dan tanpa keraguan dia berkata pada saya. Saya pun mulai semangat dan seratus persen maju dengan 24 sks. Karena insyaallah ini akan menjadi semester genap terakhir saya, saya ingin mempercantik nilai-nilai yang masih tidak matching ini. Saya tidak ingin menyesal di akhir. Saya menginginkan lulus cum laude, dan jika saya nantinya tidak mencapai itu, saya tidak ingin ada penyesalan karena saya kurang berusaha. Itu rasa penyesalan yang paling menggerogoti. “If only I were more…” that sucks.

Setelah mendiskusikan KRS, saya berdiskusi lagi dengannya terpisah karena sejujurnya saya memang kangen dengan beliau. saya ingin bertanya-tanya bagaimana kabarnya dan apa yang dia lakukan, bagaimana pendapat beliau. i value his opinion very highly. dan kabar-kabar dan cerita beliau selalu bisa memotivasi saya.

Pada akhir pertemuan kami, dia berkata bahwa saya pejuang dan memberi semangat. saya benar-benar terharu. Dan terketuk. Beliau memandang saya seperti itu, beliau. Orang lain saja percaya pada saya, mengapa saya tidak?

Beliau lah yang mem-boost saya untuk terus apply pada program-program exchange. Beliau tidak pernah bosan saat sudah entah ke berapa kalinya saya meminta surat rekomendasi untuk apply sesuatu dengan selalu dengan penuh perhatian. Ketika saya memberikan kabar kegagalan IELSP saya pasca tahap terakhir, saya mempertanyakan diri saya apakah saya cukup berharga dan pantas.

“Yes, you are worth it.” langsung dijawabnya dan tanpa ragu-ragu. “Hanya selama ini belum waktunya saja.” Beliau percaya 100 persen pada saya, ketika saya percaya pada diri saya hanya kurang dari 50 persen. Dan beliau yakin bahwa saya akan dapat berangkat ke Bangkok. Dengan seluruh doa dan dukungan beliau. alhamdulillah, I went. It’s because of him.

Kebimbangan yang saya rasakan atas bahasa mana yang harus saya tekuni dan kemampuan menulis. Ia jawab dengan lugas. Sekarang saya sedang lagi-lagi kurang percaya diri dan semangat, lagi-lagi beliau lah yang membakar semangat dan keyakinan saya untuk berjuang, cukup dengan empat kata “Kamu, terus berjuang, ya.” Tapi seluruh ketulusannya melalui tangan, mata, senyum, suaranya hinggap di hati saya.

He is the reason why I want to be a lecturer. He is truly an awesome person. And one piece about him will never be enough to describe how great he is.

To Mr. Teuku Rezasyah, Thank you very much. No words will be enough to describe my gratitude and my awe to you.

2012.02.22  12:37am  
Kamu, terus berjuang ya. 
Teuku Rezasyah
2012.02.21  11:46pm  

Energizer, indeed.

I tried the visualdna thingy and the result is quite accurate. I’m an energizer. http://personality.visualdna.com/1/results/11647680/

You’re an Energizer. You’re friendly and talkative and love connecting with people. Your warm energy can be contagious so your friends would probably agree that you’re lots of fun to be around. Life’s probably feeling pretty sweet at the moment. You know how to take the good with the bad. This balanced attitude means you’re completely comfortable in your own skin. Home life can be stressful at times. You may feel like you’re taking an unfair share of the load, or perhaps you just don’t have enough time to hang out with the kids. The most important thing is that you create a relaxed distraction-free space you can all enjoy. Everyone will benefit. You are bright and clever with a real passion for knowledge. You really appreciate the opportunities that life presents for growth and development. Stretch yourself to reach new levels of self-awareness and the rewards will be considerable.

At first I was scared. I always get scared of these kinds of questions. It’s just I’m afraid that my real answers were clouded by the unconscious need or desire to block reality such as denial. These things made me questioned about myself. I’m scared of the result that my self turned out to be disappointing and moreover someone that I never that I thought I was.

2012.02.21  11:45pm  
So cute!

So cute!

2012.02.21  3:37pm  

Phi phi Island or Ha Long Bay? which one do you prefer to go to?

Can’t I pick both? :P cause I haven’t gone to both of them.. but I’m gonna! someday! amin.
rrr… mmmmm.. hhh.. ok, after long hard contemplation (exagerrate :P) i guess i would have to pick phi phi island. the reason is: Leonardo Di Caprio my love haha. He is one of my favorite actor and he was there for “The Beach” :D :D

Ask me anything

2012.02.07  9:16pm  
When did the middle finger become offensive?
Apparently this symbol went far back to Roman Empire era. Back then it was called: digitus impudicus - the shameless, indecent or offensive finger. It actually the symbol of erect penis (the middle finger) and the other fingers are the symbol of the testicles. This symbol even surfaced in BC years.

Read more in http://www.bbc.co.uk/news/magazine-16916263

When did the middle finger become offensive? Apparently this symbol went far back to Roman Empire era. Back then it was called: digitus impudicus - the shameless, indecent or offensive finger. It actually the symbol of erect penis (the middle finger) and the other fingers are the symbol of the testicles. This symbol even surfaced in BC years.

Read more in http://www.bbc.co.uk/news/magazine-16916263

2012.02.07  11:54am  

Links

1 / 28   
RSS
a Tumblr theme by Robert Boylan